Thursday, 24 April 2014

CASING KOMPUTER



Casing merupakan sebuah kata dalam bahasa Inggris yang sudah biasa kita gunakan dalam bahasa Indonesia, definisi dari casing adalah "the housing or outer covering of something" artinya yaitu tempat atau bagian luar yang melindungi sesuatu. Jadi casing komputer adalah rumah atau wadah bagi perangkat-perangkat keras komputer seperti motherboard, processor, video card, power supply, harddisk, optical drive, dan kipas pendingin. Sebenarnya tanpa casing pun sebuah komputer bisa nyala asal motherboardnya memiliki tombol power ON/OFF, tapi secara estetika tidak akan enak dipandang mata, dari sisi keamanan pun akan terasa kurang aman kalau tanpa casing, rawan tersentuh tangan atau terkena tetesan air. 
Berikut ini merupakan beberapa fungsi casing komputer :
  • Casing dapat melindungi berbagai komponen-komponen yang terdapat di dalamnya dari debu, panas, air atau kotoran lainnya pada saat komputer berfungsi, selain itu casing juga melindungi dari benturan-benturan fisik yang tidak diinginkan.
  • Exhaust fan (kipas pendingin) yang berfungsi sebagai pendingin ruang juga menggunakan casing sebagai tempat beroperasi mengatur suhu dalam CPU.
  • Hampir semua komponen seperti processor, motherboard, DVD-RW Drive, DVD-ROM, Harddisk dan lain-lain menggunakan casing sebagai tempat perlindungan di slot-slot tersendiri di setiap ruang casing yang tersedia.
  • Casing PC yang juga amat penting sebagai tempat dudukan tombol-tombol atau lampu-lampu. Contohnya Tombol Power pada CPU.
  • Casing juga mempunyai tugas penting yaitu sebagai tempat atau rumah untuk mainboard dan power supply yang memberikan tugas buat semua komponen. 
Casing komputer terbagi menjadi beberapa jenis dilihat dari ukuran motherboard yang digunakannya. Jadi, semakin besar ukuran motherboard, maka akan semakin besar pula ukuran casing yang digunakan. Berikut ini merupakan jenis-jenis casing berdasarkan ukuran motherboard, yaitu :

1.    Casing Full-Tower
Casing komputer jenis full-tower ini adalah casing komputer terbesar diantara jenis casing lainnya, casing jenis ini bisa menampung semua ukuran motherboard seperti Micro-ATX, ATX, E-ATX dan XL-ATX, biasanya casing jenis ini digunakan oleh para gamer atau mereka yang sangat antusias dengan hardware komputer. 

2.      Casing Mid-Tower
Casing jenis mid-tower ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan casing full-tower tapi masih bisa menampung motherboard dengan spesifikasi ukuran Micro-ATX dan ATX, saya rasa casing jenis ini lah yang paling umum dijual di toko-toko komputer dan yang paling banyak orang gunakan saat ini. 

3.      Casing Mini-Tower ATX
Casing mini-tower ini ukurannya lebih kecil dibandingkan casing mid-tower, casing jenis ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Micro-ATX. Casing komputer yang saya gunakan yang saya pajang fotonya di atas adalah contoh dari casing komputer jenis mini-tower.

4.      Casing Mini-Tower ITX
Seperti namanya, casing mini-ITX ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Mini-ITX, ukurannya jauh lebih kecil kalau dibandingkan casing mini-tower, dan biasanya casing jenis ini menggunakan power supply dengan ukuran khusus yang lebih kecil dari power supply yang biasa kita lihat di dalam casing-casing komputer kebanyakan.

Jenis casing menurut kegunaannya :

1.  Casing Gaming
    Casing gaming ini biasanya berjenis full-tower dan mid-tower, karena casing ini kegunaanya untuk para gamers yang membutuhkan ruang yang lebar untuk hardwarenya. Selain itu casing gaming ini biasanya berbentuk sangat menarik, banyak fan case nya serta banyak LED yang menyala untuk menambah kesan menariknya.
2.  Casing Value
    Casing value ini biasanya dipakai oleh orang-orang awam, karena selain harganya murah Casing ini juga dilengkapi dengan PSU. Casing value ini cocok untuk orang-orang yang merakit komputer untuk kegiatan-kegiatan mengetik dokumen, berselancar internet, serta berkirim email.
3.  Casing Without PSU 
    Casing tanpa PSU atau Without PSU biasanya berjenis mid-tower, karena biasanya PSU bawaan casing tidak true power. Sehingga orang-orang banyak yang memilih Casing yang tanpa Power Supply.



Jenis casing lainnya :
1. Casing Slim
Casing model slim umumnya bersifat fleksibel karena bisa digunakan dengan posisi tidur atau berdiri. PC saat ini banyak yang menggunakan model slim.

2. Casing Desktop
Casing PC model desktop biasanya ditempatkan diatas meja (posisi tidur). Umumnya konstruksi casing cukup kokoh sehingga monitor dapat diletakkan diatasnya. Komputer branded, yaitu komputer keluaran pabrik yang seluruh kompunennya diproduksi oleh satu pabrik, banyak diproduksi dengan model casing desktop seperti ini (seperti IBM desktop, Dell, Acer, Compaq, dll), yang mendukung Pentium II dan III.

3.  Casing Large-Server
Biasanya berbentuk seperti file cabinet dengan ukuran yang cukup besar.

4. Casing Rackmount
Casing model ini merupakan komputer yang ditempatkan pada rack khusus server atau perangkat jaringan lainnya.
 


TIPS Memilih Casing Komputer
 
Untuk memilih casing yang ideal bagi anda tentusaja bukan perkara yang mudah, sebelum anda menjatuhkan pilihan casing mana yang akan anda bawa pulang ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut :
·      Ukuran Casing
Ukuran casing akan berhubungan dengan motherboard yang dapat didukungnya, sebagian besar casing tampil dalam ukuran mid-tower yang mendukung motherboard dengan form ATX atau M-ATX, untuk pengguna yang spesifik mungkin memerlukan casing yang lebih besar karena mereka menempatkan banyak drive 3,5 inci misalnya.
Untuk mengguna yang menggunakan motherboard Mini ITX dapat memilih casing yang kecil dan disesuaikan dengan komponen yang digunakannya.
·      Style 
    Ini adalah salah satu hal yang terlihat saat anda memilih sebuah casing komputer, style bukan hanya warna saja, tapi juga merambah ke sisi lain, seperti aksen, model casing, lampu LED, posisi/penempatan tombol dll. Untuk style dapat dikatakan sangat personal mengingat tiap orang pasti memiliki cita rasa yang berbeda.
·      Port I/O
Port I/O perlu diperhatikan pada saat anda memilih casing yang akan anda beli, sebagian besar casing telah memiliki port standar, seperti mikrofon dan audio ditambah dengan USB. Jika anda memerlukan konektifitas terbaru, misalnya saja USB 3.0 maka carilah casing yang memiliki port USB 3.0 sehingga anda tidak perlu menggunakan extension. Selain itu perhatikan pula posisi penempatan port I/O, ada casing yang menempatkannya di bagian depan bawah, ada dibagian atas bahkan ada yang meletakannya dibagian samping. Jika anda memiliki ruang yang terbatas memilih casing dengan port disamping tentu saja akan menyulitkan anda sendiri.
·      Berat Casing
Berat casing berhubungan dengan material yang digunakannya, umumnya casing mid atau high end menggunakan material yang tebal atau menggunakan material aluminium yang ringan dan mudah untuk melepas panas. Bila anda sering memindah-mindahkan casing memilih casing dengan berat minimal tentu saja akan sangat membantu. Casing ringan memang menyenangkan, namun keringananan bobotnya harus ditebus dengan harga yang tinggi karena produsen menggunakan material yang tidak murah, misalnya alumunium.
Casing value memiliki berat yang ringan karena produsennya menggunakan material yang tipis. Jika anggaran anda terbatas anda dapat memilih casing value, namun perlu diperhatikan sisi-sisi potongan casing, terkadang masih menyisakan sisi tajam.
·      Jumlah Drive dan Pemasangannya
Umumnya casing mid-tower memiliki 3-4 slot untuk pemasangan drive 5,25 inci dan tersedia berbagai konfigurasi untuk pemasangan drive 3,5 inci. Berapa banyak tempat yang disediakan sebuah casing perlu diperhatikan. Tanyalah diri anda berapa banyak drive yang anda akan pasang didalam casing ini. Apakah anda akan menggunakan SSD (Solid State Disk) yang berukuran 2,5 inci. Apakah anda menginginkan pemasangan tanpa menggunakan alat (tool-less). Apakah casing ini mendukung docking HDD dan lain sebagainya.
·      Fitur Pendinginan
Ini termasuk faktor yang krusial, dimana semakin banyak komponen yang dipasang didalam casing maka sirkulasi udara juga akan berkurang. Kurangnya sirkulasi udara pada saat komponen-komponen bekerja bukan suatu tanda baik. Casing yang baik harus dapat mengalirkan udara yang cukup kedalamnya dan membuat komponen-komponen bekerja dalam suhu yang normal. Pada bagian depan umumnya ditempatkan kipas yang berfungsi untuk mengalirkan udara masuk dan disisi belakang terdapat kipas untuk mengeluarkan udara panas. Pada casing-casing modern seringkali ditambahkan kipas dibagian bawah casing, samping ataupun pada bagian atas casing guna mengoptimalkan aliran udara
Bila anda berencana untuk menggunakan pendingin berbasis air maka carilah casing yang mendukung water cooling dan mendukung penempatan radiator disisi dlam casing misalnya.
Dengan meningkatnya debit udara yang masuk akan memancing masalah baru, yaitu debu. Untuk menanggulanginya carilah casing yang telah menyertakan filter debu atau anda dapat menambahkannya belakangan.
·      Power Supply
Beberapa casing memiliki penempatan power supply yang berbeda-beda, ada yang menempatkannya dibawah, ada diatas, ataupun disamping contohnya pada beberapa casing HTPC. Jika anda menggunakan PSU yang berukuran besar ada baiknya memilih casing dengan penempatan PSU dibagian bawah guna mendapatkan proporsi berat yang ideal. Untuk casing-casing yang dijual dan telah dilengkapi dengan PSU, pastikan beban komputer anda dapat dipenuhi oleh PSU tersebut. PSU standar lebih baik diguanakn untuk sistem yang standar pula, bila anda menggunakan VGA card, banyak HDD atau banyak komponen ada baiknya mempertimbangkan membeli PSU secara terpisah.
·      Kelengkapan Lain
Perhatikan pula kelengkapan lain yang ditawarkan oleh casing pilihan anda, misalnya saja fitur cable management. Fitur ini sangat berguna untuk mengorganisir kabel-kabel didalam casing guna mendapatkan aliran udara yang baik dan tampilan yang bersih. Bila casing anda disertai dengan fan controller, itu adalah nilai tambah yang patut diperhitungkan. Manual book juga perlu diperhatikan, dalam manual book anda akan menapatkan banyak informasi mengenai casing tersebut dan garansi yang ditawarkan oleh produsen.
Casing komputer sendiri terbagi atas beberapa jenis menurut ukuran motherboard , Jadi semakin besar ukuran mother board maka semakin besar pula ukuran casingnya , Berikut ini adalah jenis-jenis casing komputer berdasarkan jenis ukuran motherboard :

Read more at: http://azura-site.blogspot.com/2013/09/macam-macam-casing-komputer.html
Copyright www.azura-site.blogspot.com

No comments:

Post a Comment